DUKUNGAN DAN PARTISIPASI SUMI DALAM KELUARGA BERENCANA BUKTI CINTA SUAMI KEPADA ISTRI

Penulis: Admin NTB

Tanggal Publikasi: 13 Maret 2026

Nurul Halidah, Amd.Keb

 

ABSTRAK     

Cinta dan kasih sayang seorang suami tidak hanya di buktikan dengan meluangkan waktu dan materi saja  namun dengan memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan serta perasaan merdeka sang istri,  juga merupakan salah satu wujud cinta dan kasih sayang suami pada istri nya,  salah satu bukti nyata hal tersebut adalah dengan menyarankan dan mengijinkan  pasangan kita untuk beKB ,atau suami sendiri yang ber KB dengan metode kondom atau vasektomi bila sudah mantap.

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya penting untuk mencapai kesejahteraan keluarga, namun selama ini sering dianggap sebagai tanggung jawab wanita atau Istri semata.

BerKB menjadi wujud nyata cinta dan kasih sayang seorang suami  karena dengan BerKB kita dapat mengatur jumlah anak dan mengatur jarak kehamilan dengan begitu tubuh kita terutama alat reproduksi memiliki waktu pemulihan setelah masa persalinan dan kehamilan serta memberi waktu luang sang ibu untuk mampu merawat diri nya setelah lama menjalankan berbagai macam keluhan saat kehamilan seprti persaan mual muntah,ngidam, nyeri tulang dan sendi atau kurang istirahat serta keluhan lain nya yang di alamai semasa hamil.

BerKB juga mampu memberikan waktu untuk  merelaksasikan sang ibu dari rasa trauma akibat dari proses persalinan serta memerdekakan mereka dengan waktu istirahat  di antara waktu memberikan ASI EKSKLUSIF yang tidak menutup kemungkinan sang ibu bergadang di tengah malam untuk menyusui dan merawat bayi nya, hal ini juga membuat kita fokus dalam hal memberikan pola asuh terbaik untuk buah hati kita. 

Sehingga hal inilah yang menjadi wujud nyata kita sebagia seorang Suami dalam membahagiakan Sangistri karena dengan berKB mereka punya cukup waktu untuk mengatur dan merasa reelaks dalam menjalani  proses nya menjadi ibu dan orangtua yang seutuh nya.

Dengan BerKB kita juga dapat menetukan jumlah anak ideal dalam keluarga kita, Sang ibu juga punya waktu untuk merawat diri nya kembali, memiliki waktu untuk berkumpul, bekerja dan berorganisasi sesuai minat dan bakat nya karena memeiliki jedah untuk hamil kembali. 

Dukungan dan partisipasi suami dalam program KB sangat berperan dalam hal ini, mencakup dukungan informasi, pengambilan keputusan bersama, dukungan praktis dan ekonomi, serta dukungan sosial-budaya. Faktor pendukung meliputi kesadaran kesetaraan gender, program KB yang melibatkan pria, dan dukungan masyarakat, sedangkan hambatannya adalah norma budaya, kurangnya pengetahuan, stigma terhadap metode kontrasepsi pria, dan akses layanan yang terbatas. Partisipasi suami memiliki dampak positif yang signifikan, antara lain meningkatkan kesehatan reproduksi istri, kualitas hidup anak, harmonisasi hubungan rumah tangga, serta mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk.

Strategi peningkatan partisipasi dapat dilakukan melalui penyuluhan yang sasaran, layanan ramah pria, peran tokoh masyarakat, dan perluasan akses metode kontrasepsi pria. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan dan partisipasi suami merupakan elemen krusial yang tidak dapat diabaikan dalam keberhasilan program KB, sehingga diperlukan upaya sinergis dari berbagai pihak untuk meningkatkan keterlibatan mereka.

 

Kata kunci: Dukungan dan Partisipasi Suami dalam Kelurga Berencana mendukung keberhasilan Program KB

 

LATAR BELAKANG

Dukungan dan partisipasi suami dalam keluarga berencana erat kaitannya dengan perkembangan pemahaman tentang peran gender serta upaya mengatasi tantangan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Banyak masyarakat, termasuk Indonesia dengan budaya  yang masih kuat, menganggap keluarga berencana sebagai tanggung jawab wanita semata. Hal ini membuat suami jarang terlibat dalam pengambilan keputusan maupun pelaksanaan program KB.

Seiring berkembangnya kesadaran tentang kesetaraan gender, mulai diakui bahwa perencanaan keluarga adalah tanggung jawab bersama suami dan istri, sehingga diperlukan dukungan serta partisipasi aktif dari suami.

Keterlibatan suami dalam KB terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga, memberikan dampak positif pada perkembangan anak, serta mengurangi risiko konflik dalam rumah tangga.

Upaya Peningkatan Partisipasi seperti konseling berpasangan, penyuluhan khusus untuk pria, serta mengintegrasikan pesan KB ke dalam aktivitas non-kesehatan. Di Indonesia juga mulai digalakkan partisipasi suami melalui metode kontrasepsi pria seperti vasektomi dan Kondom , yang memiliki manfaat baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi keluarga juga marak di sosialisasikan sebagai langkah menungkatkan dukungan dan partisipasi BerKB.

 

 

TUJUAN DAN SASARAN   

  • Tujuan Umum : 

Tujuan Utama  dukungan dan partisipasi suami dalam keluarga berencana adalah mewujudkan kesejahteraan keluarga yang optimal melalui pengambilan keputusan bersama dan tanggung jawab yang sama terkait perencanaan jumlah, jarak kelahiran, serta kesehatan reproduksi anggota keluarga.

  • Tujuan Khusus :
  1. Meningkatkan pengetahuan suami tentang berbagai metode kontrasepsi, manfaat, dan risiko keluarga berencana.
  2. Mencapai kesepakatan bersama antara suami dan istri dalam memilih metode KB yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga.
  3. Meningkatkan partisipasi suami dalam aktivitas KB, seperti mendampingi istri ke fasilitas kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan bersama, atau bahkan memilih metode kontrasepsi pria (seperti vasektomi atau kondom).
  4. Mengurangi angka "unmet need KB" dengan memastikan keputusan KB tidak hanya ditentukan oleh satu pihak.

Dengan Sasaran dari dukungan dan partisipasi suami dalam keluarga berencana adalah Suami yang merupakan bagian dari Pasangan Usia Subur .

 

PEMBAHASAN

Keterlibatan suami dalam keluarga berencana (KB) bukan hanya tentang sebuah seruan dukungan , melainkan juga partisipasi aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pemahaman pengetahuan, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan dan pemeliharaan program KB.

Bentuk Dukungan dan Partisipasi Suamiseperti aktif mencari informasi tentang KB, memahami berbagai metode kontrasepsi (baik untuk wanita maupun pria), serta risiko dan manfaatnya, dapat membantu pasangan membuat keputusan yang tepat. Hal ini termasuk memahami pentingnya jarak kelahiran anak untuk kesehatan istri dan perkembangan anak. Menghindari keputusan sepihak dengan mendiskusikan kebutuhan keluarga, kondisi ekonomi, serta tujuan jangka panjang sebelum memilih metode KB. Mendampingi istri ke fasilitas kesehatan untuk konsultasi atau pemasangan alat kontrasepsi, membantu mengingat jadwal kontrol kesehatan, serta menggunakan metode kontrasepsi pria seperti kondom atau melakukan vasektomi.Sehingga mampu Menjadi contoh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat bahwa KB adalah tanggung jawab bersama, serta membantu mengubah pandangan negatif terhadap program KB di sekitarnya.

Hal ini dapat terlasana bila disertai dengan beberapa Faktor Pendukung yaitu Peningkatan Kesadaran dalam memahami peran sama suami dan istri dalam keluarga , adanya Program KB yang Melibatkan Pria seperti penyuluhan khusus untuk pria, konseling berpasangan, dan penyediaan layanan kontrasepsi pria (vasektomi, kondom berkualitas) menjadi daya tarik bagi suami untuk terlibat. Dukungan dari Lembaga dan Masyarakat seperti  Peran tokoh agama, pemuka masyarakat, serta perusahaan dalam menyebarkan informasi dan mendukung partisipasi pria dalam KB sangat berpengaruh, sehingga Ketika suami melihat dampak positif KB pada kesehatan istri, perkembangan anak, dan kondisi ekonomi keluarga, mereka cenderung lebih aktif mendukung. Dampak Positif Dukungan dan Partisipasi Suami dalam Keluarga Berencana  Mampu Mengurangi beban psikologis dan fisik yang sebelumnya ditanggung sendirian oleh sangistri , dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi.sedangkan Bagi Keluarga yaitu pada  Anak-anak mendapatkan perawatan yang lebih baik karena sumber daya keluarga terdistribusi dengan tepat, hubungan suami istri menjadi lebih harmonis karena komunikasi yang baik, dan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan meningkat.Hal ini juga dapat Menurunkan angka kelahiran tidak diinginkan, angka kematian ibu dan anak, serta mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk yang seimbang untuk pembangunan berkelanjutan. Menurut data BKKBN, daerah dengan partisipasi suami yang tinggi memiliki cakupan KB yang lebih baik dan unmet need yang lebih rendah.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Dukungan dan partisipasi suami dalam keluarga berencana (KB) merupakan salah satu bukti nyata wujud cinta kasih nya kepada istri dan  untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga yang optimal, Karena  Partisipasi suami tidak hanya terbatas pada dukungan verbal, melainkan mencakup berbagai bentuk mulai dari pemahaman pengetahuan, pengambilan keputusan bersama, hingga dukungan praktis dan ekonomi. Dampak positif yang dihasilkan sangat luas mulai dari peningkatan kesehatan reproduksi istri, kualitas hidup anak, harmonisasi hubungan rumah tangga, hingga kontribusi pada pengendalian pertumbuhan penduduk dan pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat dan negara.

SARAN

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, berikut adalah saran yang dapat diambil Untuk Pasangan Suami Istri :

  • Melakukan komunikasi terbuka dan jujur tentang kebutuhan, tujuan, dan kondisi keluarga sebelum mengambil keputusan terkait KB.
  • Bersama-sama mencari informasi tentang berbagai metode KB dari fasilitas kesehatan atau sumber yang terpercaya, untuk memilih yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga.
  • Suami aktif mendampingi istri saat berkonsultasi atau melakukan kontrol kesehatan terkait KB, serta mempertimbangkan untuk menggunakan metode kontrasepsi pria sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

 

DAFTAR PUSTAKA  

  1. Bidang KB dan KR Perwakilan BKKBN Provinsi NTB (2019). “ADA APA DENGAN KESPRO ?”.
  2.  Kusumawati, D., et al. (2022). "Dampak Partisipasi Suami dalam Keluarga Berencana terhadap Kesejahteraan Keluarga di Indonesia." Jurnal Penelitian Kependudukan dan Pembangunan”.
  3. Hastuti, S., & Wijayanti, R. (2023). "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Suami dalam Keluarga Berencana di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta." Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia”.
  4. Wahyuni, A., & Setyowati, L. (2024). "Strategi Peningkatan Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana di Wilayah Perkotaan: Studi Kasus Kota Surabaya." Jurnal Kependudukan dan Keluarga Berencana”.

Berita Terbaru

Hubungi Kami

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN

Alamat

-

Email

-

Nomor Telepon

-

Jam Pelayanan

-

Ikuti Kami

No social media available

Statistik Pengunjung Website

Hari Ini: 0Minggu Ini: 0Bulan Ini: 0Total: 0

© 2026 KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/BKKBN