Nurilah, S.ST
PKB Desa Jia – Kecamatan Sape
ABSTRAK
Stunting pada awal kehidupan diperhatikan terutama pada seribu hari pertama sampai usia dua tahun.Gangguan pertumbuhan memiliki dampak fungsional yang merugikan pada anak.Stunting menurut WHO adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai (Al- Taiar dkk, 2020. Upaya percepatan penurunan angka stunting terus diperkuat oleh kementrian kependudukan dan Pembangunan keluarga / BKKBN melalui program Quick Wins bangga kencana.Salah satu penguatan dilakukan melalui kolaborasi komunitas ayah teladan dalam pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran ayah dalam penurunan angka stunting melalui pendekatan deskriptif. Hasil pembahasan menunjukan bahwa peran ayah dalam pengasuhan 1000 HPK berkontribusi signifikan dalam pencegahan angka stunting melalui edukasi pemahaman gizi seimbang, pengendalian jumlah keluarga, sanitasi lingkungan,serta dukungan emosional / finansial bagi ibu dan anak.
Kata Kunci: GATI (Ayah Teladan), Pengasuhan 1000 HPK, Stunting.
PENDAHULUAN
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pertumbuhan yang tampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan standar usianya. Namun, stunting bukan sekadar persoalan fisik; dampaknya juga merambah pada perkembangan kognitif, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan. UNICEF (2012) menekankan bahwa periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase krusial dalam mencegah stunting, karena gizi dan pola pengasuhan pada fase ini sangat menentukan perkembangan anak di masa mendatang.
Di Indonesia, prevalensi stunting masih relatif tinggi. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan angka prevalensi sebesar 21,6%, masih di atas standar WHO yaitu di bawah 20% (Kemenkes RI, 2022). Angka ini mengindikasikan bahwa upaya pencegahan stunting masih perlu diperkuat, terutama di tingkat keluarga. Selama ini, program pencegahan stunting lebih banyak menekankan pada peran ibu, baik dalam masa kehamilan maupun pengasuhan. Padahal, berbagai penelitian menegaskan bahwa ayah memiliki kontribusi penting dalam tumbuh kembang anak. Menurut Iswandari et al. (2020), keterlibatan ayah dalam 1.000 HPK mampu memberikan dukungan emosional, finansial, dan praktis bagi ibu, serta berdampak positif pada kesehatan anak.
Gerakan Ayah Teladan (GATI) Hadir sebagai program untuk meningkatkan keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) untuk mencegah stunting dan baby Blues serta Fatherless.
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan peran ayah teladan dalam pengasuhan 1000 HPK agar mempercepat penurunan angka stunting. Mengkaji kontribusi Ayah teladan dalam peningkatan pengetahuan pengasuhan 1000 HPK terhadap pencegahan stunting dan memberikan gambaran strategis tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Sasaran dari Komunitas ayah teladan meliputi : Pemerintah desa, laki – laki yang sudah memiliki anak dan atau calon ayah, Tokoh Masyarkat, Tokoh agama.
METODE
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode pendekatan komunitas dan kampanye sosial.Metode ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis peran dan kontribusi peran ayah dalam pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam menurunkan angka stunting.
PEMBAHASAN
KOMUNITAS AYAH TELADAN BERPERAN SENTRAL DALAM PENURUNAN ANGKA STUNTING
Gerakan komunitas ayah teladan memiliki peran penting dalam pencegahan dan penurunan angka stunting karena menyasar langsung keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.melalui komunitas gerakan ayah teladan orang tua dibekali pemahaman mengenai parenting skill (Bekal pengetahuan dan Pendidikan), Responsibility (Bekal Tanggung Jawab), Bekal Spiritul, serta bekal kehadiran dan keterlibatan (Engagement & Accessibility).
Selain itu komunitas Gerakan ayah teladan di Desa Jia memberikan contoh secara langsung keterlibatan ayah dalam pengasuhan seperti “GEMAR” Gerakan Ayah Mengambil Rapor.
DAMPAK GERAKAN AYAH TELADAN DALAM PENGASUHAN 1000 HPK
Pembentukan komunitas Gerakan ayah teladan berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ayah menjadi lebih aktif dalam mengantar anak ke sekolah, ke posyandu,mengajak anak beraktivitas diluar seperti jalan – jalan sore Bersama anak tanpa gangguan gadget serta bersepada.
KESIMPULAN
Pengaruh Gerakan ayah teladan dalam pengasuhan 1000 HPK dapat secara maksimal dalam menurunkan angka stunting terutama pemberian rangsangan emosuional,sosial dan kognitif (seperti kasih saying,permainan dan komunikasi) secara konsisten oleh lingkungan / keluarga untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
SARAN
Daftar Pustaka
Modul percepatan penurunan stunting BKKBN.
https://journal.umtas.ac.id/index.php/petimas