PERAN PKB DAN PLKB DALAM MENDAPATKAN ORANG TUA ASUH UNTUK SASARAN KELUARGA RISIKO STUNTING

Penulis: Admin NTB

Tanggal Publikasi: 28 April 2026

RUWAIDAH, S.SOS

 

ABSTRAK

PKB (Penyuluh Keluarga Berencana) dan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) berperan penting sebagai fasilitator, penggerak, dan pendamping dalam mencari Orang Tua Asuh (OTA) melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) BKKBN. Mereka menghubungkan sasaran (Keluarga Berisiko Stunting) dengan donor, memastikan distribusi bantuan, dan melakukan pendampingan.

Peran rinci PKB dan PLKB dalam mendapatkan Orang Tua Asuh Identifikasi dan Pemetaan Sasaran. PKB/PLKB melakukan verifikasi dan validasi data untuk memetakan keluarga berisiko stunting di wilayah kerja mereka, Sosialisasi dan Mobilisasi Donor, PKB/PLKB mengajak mitra kerja, masyarakat, dan pihak swasta untuk menjadi Orang Tua Asuh dalam gerakan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Fasilitasi Hubungan Pendampingan: PKB/PLKB menghubungkan donatur dengan keluarga berisiko stunting, baik untuk pendampingan edukasi maupun pemberian bantuan gizi, Monitoring dan Pendampingan, PKB/PLKB memastikan bantuan dari Orang Tua Asuh disalurkan dan digunakan dengan tepat untuk peningkatan gizi anak, bekerja sama dengan tim pendamping keluarga (TPK). 

PKB/PLKB juga berkoordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan dan desa untuk memastikan kolaborasi ini berjalan efektif. 

peran Penyuluh KB (PKB) dan PLKB dalam mencari Orang Tua Asuh (OTA) adalah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi keluarga risiko stunting (KRS) agar mendapatkan intervensi gizi. PKB/PLKB berperan penting dalam validasi data sasaran dan memfasilitasi kolaborasi dengan donatur/stakeholder untuk penggalangan bantuan nutrisi guna mencegah stunting. Pentingnya Intervensi Berbasis Keluarga, Risiko stunting sering kali berakar pada ketidakmampuan ekonomi dalam memenuhi gizi. Program Orang Tua Asuh (Ayah/Bunda Asuh) memberikan bantuan langsung berupa makanan tambahan atau pendanaan bagi anak berisiko, ibu hamil, dan keluarga pascapersalinan.

PKB dan PLKB bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting, yang melibatkan pemantauan gizi dan edukasi, serta memastikan bantuan dari orang tua asuh mencapai sasaran secara tepat. PKB/PLKB berfungsi sebagai fasilitator dan mitra kerja yang menggerakkan pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat umum untuk menjadi orang tua asuh. PLKB/PKB memverifikasi data KRS, memastikan bantuan dari orang tua asuh diberikan kepada keluarga yang tepat agar penanganan stunting lebih efektif. Melalui peran aktif PKB/PLKB dalam mencari dan mengelola orang tua asuh, diharapkan keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga angka stunting dapat diturunkan.

Kata kunci : kemendukbangga/BKKBN, PKB, PLKB, OTA, Genting, Keluarga Risiko Stunting

 

LATAR BELAKANG

Latar belakang peran Penyuluh KB (PKB) dan PLKB dalam mencari Orang Tua Asuh (OTA) adalah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi keluarga risiko stunting (KRS) agar mendapatkan intervensi gizi. PKB/PLKB berperan penting dalam validasi data sasaran dan memfasilitasi kolaborasi dengan donatur/stakeholder untuk penggalangan bantuan nutrisi guna mencegah stunting. 

Latar Belakang Utama Peran PKB/PLKB dalam Program OTA:

  • Pentingnya Intervensi Berbasis Keluarga: Risiko stunting sering kali berakar pada ketidakmampuan ekonomi dalam memenuhi gizi. Program Orang Tua Asuh (Ayah/Bunda Asuh) memberikan bantuan langsung berupa makanan tambahan atau pendanaan bagi anak berisiko, ibu hamil, dan keluarga pascapersalinan.
  • Pendampingan Keluarga Berisiko (KRS): PKB dan PLKB bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting, yang melibatkan pemantauan gizi dan edukasi, serta memastikan bantuan dari orang tua asuh mencapai sasaran secara tepat.
  • Koordinasi Lintas Sektor: PKB/PLKB berfungsi sebagai fasilitator dan mitra kerja yang menggerakkan pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat umum untuk menjadi orang tua asuh.
  • Validasi Data Akurat: PLKB/PKB memverifikasi data KRS, memastikan bantuan dari orang tua asuh diberikan kepada keluarga yang tepat agar penanganan stunting lebih efektif. 

Melalui peran aktif PKB/PLKB dalam mencari dan mengelola orang tua asuh, diharapkan keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga angka stunting dapat diturunkan.

 

TUJUAN 

Tujuan utama Penyuluh KB mencari Orang Tua Asuh melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) adalah mempercepat penurunan angka stunting dengan memastikan keluarga berisiko (bumil/balita miskin) mendapat asupan gizi seimbang. Ini adalah upaya gotong royong meningkatkan kepedulian masyarakat, mengurangi beban ekonomi, serta memberikan edukasi pola asuh, sehingga terwujud generasi yang sehat dan cerdas. 

Berikut adalah poin-poin tujuan spesifik program orang tua asuh oleh Penyuluh KB:

  • Pemenuhan Nutrisi Spesifik: Memastikan balita, baduta, dan ibu hamil dari keluarga berisiko stunting menerima bantuan makanan bergizi, susu, atau makanan tambahan.
  • Percepatan Penurunan Stunting: Menurunkan prevalensi stunting secara signifikan melalui intervensi langsung di lapangan, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
  • Pemberdayaan Masyarakat: Mendorong keterlibatan aktif individu, komunitas, BUMN, dan swasta untuk gotong royong menjadi orang tua asuh.
  • Edukasi Pengasuhan: Memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada orang tua tentang pola asuh yang benar, kebersihan lingkungan, serta gizi seimbang.
  • Pemantauan Kesehatan: Memastikan sasaran mendapat pendampingan kesehatan secara rutin agar pertumbuhan anak optimal.

Melalui gerakan ini, Penyuluh KB bertindak sebagai penghubung antara donatur (orang tua asuh) dan keluarga sasaran yang membutuhkan bantuan gizi. 

 

 

SASARAN PENERIMA MANFAAT

Sasaran utama program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dari BKKBN adalah keluarga berisiko stunting, khususnya yang mencakup 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bantuan diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita/baduta usia 0-59 bulan untuk memastikan pemenuhan gizi, didukung oleh orang tua asuh.

Sasaran Penerima Bantuan GENTING:

  • Ibu Hamil: Terutama yang berisiko stunting, didampingi sejak kehamilan hingga menyusui.
  • Ibu Menyusui: Bantuan berlanjut untuk menjaga kualitas ASI dan gizi.
  • Baduta (Bawah Dua Tahun): Anak usia 0-23 bulan, masa krusial pertumbuhan.
  • Balita (Bawah Lima Tahun): Anak usia 24-59 bulan.
  • Keluarga Berisiko Stunting: Rumah tangga kurang mampu yang memenuhi kriteria risiko stunting. 

Program Genting ini mengutamakan gotong royong masyarakat untuk memberikan pendampingan dan bantuan nutrisi guna mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. 

 

PEMBAHASAN

Peran Penyuluh KB (PKB) dan PLKB dalam mencari Orang Tua Asuh (OTA) adalah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi keluarga risiko stunting (KRS) agar mendapatkan intervensi gizi. PKB/PLKB berperan penting dalam validasi data sasaran dan memfasilitasi kolaborasi dengan donatur/stakeholder untuk penggalangan bantuan nutrisi guna mencegah stunting. 

  • Pentingnya Intervensi Berbasis Keluarga: Risiko stunting sering kali berakar pada ketidakmampuan ekonomi dalam memenuhi gizi. Program Orang Tua Asuh (Ayah/Bunda Asuh) memberikan bantuan langsung berupa makanan tambahan atau pendanaan bagi anak berisiko, ibu hamil, dan keluarga pascapersalinan.
  • Pendampingan Keluarga Berisiko (KRS): PKB dan PLKB bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting, yang melibatkan pemantauan gizi dan edukasi, serta memastikan bantuan dari orang tua asuh mencapai sasaran secara tepat.
  • Koordinasi Lintas Sektor: PKB/PLKB berfungsi sebagai fasilitator dan mitra kerja yang menggerakkan pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat umum untuk menjadi orang tua asuh.
  • Validasi Data Akurat: PLKB/PKB memverifikasi data KRS, memastikan bantuan dari orang tua asuh diberikan kepada keluarga yang tepat agar penanganan stunting lebih efektif

Melalui peran aktif PKB/PLKB dalam mencari dan mengelola orang tua asuh, diharapkan keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi, sehingga angka stunting dapat diturunkan

Sasaran utama program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dari BKKBN adalah keluarga berisiko stunting, khususnya yang mencakup 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bantuan diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita/baduta usia 0-59 bulan untuk memastikan pemenuhan gizi, didukung oleh orang tua asuh. 

Program Genting ini mengutamakan gotong royong masyarakat untuk memberikan pendampingan dan bantuan nutrisi guna mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Orang Tua Asuh berakar pada kebutuhan sosial untuk melindungi dan membantu anak-anak kurang mampu, yatim, atau rentan putus sekolah, dengan menyediakan bantuan biaya pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pendampingan. Program ini bertujuan mencegah keterlantaran anak dan mendukung tumbuh kembang optimal mereka melalui peran pengganti orang tua

 Program orang tua asuh:

  • Penyelamatan Pendidikan: Melindungi anak-anak dari risiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
  • Perlindungan Sosial dan Anak: Bertindak sebagai orang tua atau wali bagi anak-anak kurang mampu atau rentan untuk mendapatkan hak-hak dasar mereka.
  • Penurunan Stunting: Memberikan intervensi khusus seperti bantuan pangan bergizi bagi balita dari keluarga miskin.
  • Peran Pengganti: Mengisi peran orang tua dalam pengasuhan untuk mencegah keterlantaran dan memastikan perkembangan anak yang baik.
  • Gotong Royong Sosial: Menciptakan gerakan masyarakat untuk mendukung anak-anak yatim dan miskin, seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang didirikan sejak 1996. 

Program orang tua asuh menjadi bentuk kepedulian yang memberikan perlindungan dan kesempatan bagi anak agar tumbuh dengan karakter yang baik, sebagaimana dijelaskan dalam studi mengenai peran orang tua asuh dalam pengasuhan. 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Penyuluh KB berperan krusial sebagai fasilitator, penggerak, dan jembatan kolaborasi antara donatur (orang tua asuh) dengan keluarga berisiko stunting. Keberhasilan program bergantung pada akurasi data sasaran dan intensitas komunikasi dalam menggerakkan kepedulian sosial untuk intervensi gizi. 

Berikut adalah kesimpulan dan saran terkait peran tersebut:

Kesimpulan

  • Penyuluh sebagai Motivator & Penggerak: Penyuluh KB berhasil menggerakkan tokoh masyarakat, swasta, dan instansi untuk menjadi orang tua asuh melalui pendekatan personal dan sosialisasi program.
  • Fasilitator Intervensi Gizi: Penyuluh memfasilitasi distribusi bantuan dari orang tua asuh (berupa makanan bergizi/nutrisi) langsung ke sasaran keluarga berisiko stunting.
  • Akurasi Data Sasaran: Peran vital penyuluh meliputi pembaruan data keluarga risiko stunting secara berkala agar bantuan tepat sasaran.
  • KIE yang Belum Maksimal: Meskipun peran koordinasi berjalan, sosialisasi lanjutan di beberapa desa terkadang masih belum intensif atau belum merata, sehingga diperlukan penguatan. 

Saran

  • Penguatan Kemitraan (Networking): Meningkatkan kerjasama formal dan informal (perusahaan, komunitas, tokoh masyarakat) untuk memperluas jangkauan orang tua asuh.
  • Intensifikasi KIE Berkelanjutan: Melakukan penyuluhan yang lebih sering dan efektif terkait pola asuh dan gizi, tidak hanya sekali atau berfokus pada administratif saja.
  • Validasi Data Tepat Waktu: Memastikan tim pendamping keluarga di tingkat desa selalu memperbarui data keluarga sasaran untuk menghindari ketidaksesuaian penerima bantuan.
  • Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan platform digital untuk mempermudah pemantauan sasaran dan kolaborasi dengan orang tua asuh. 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://miftahulkhoir.com/wp-content/uploads/2020/07/Proposal-Ortu-Asuh_v1-4.pdf#:~:text=Program%20orangtua%20asuh%20merupakan%20program%20gotong%20royong,yatim%20Indonesia%20serta%20anak%2Danak%20rentan%20putus%20sekolah
  2. https://repository.radenintan.ac.id/21048/1/SKRIPSI%20BAB%201%262.pdf#:~:text=Tugas%20orang%20tua%20asuh%20dalam%20hal%20ini,pula%20sesuai%20dengan%20harapan%20orang%20tua%20kandungnya.
  3. https://tuxedovation.inovasi.bskdn.kemendagri.go.id/detail_inovasi/141245#:~:text=Latar%20Belakang.%20Program%20GENTING%20merupakan%20gerakan%20gotong,melalui%20keterlibatan%20berbagai%20pihak%20sebagai%20orang%20tua
  4. https://kampungkb.kemendukbangga.go.id/kampung/9147/intervensi/2356927/gerakan-orangtua-asuh-cegah-stunting-genting#:~:text=Program%20ini%20berfokus%20pada%20ibu,bantuan%20pangan%20bergizi%20dan%20pendampingan.&text=Mempercepat%20penurunan%20angka%20stunting%20di,%2C%20kuat%2C%20dan%20bebas%20stunting.
  5. https://www.instagram.com/reel/DMMbl2Oxa5E/
  6. https://id.scribd.com/document/606797486/Materi-PERAN-PKB-Dalam-PPS-Copy#:~:text=Penyuluh%20KB/PLKB%20(PKB)%20berperan%20dalam%20percepatan%20penurunan,surveilans%20untuk%20mendeteksi%20dini%20faktor%20risiko%20stunting.
  7. http://eprints.ipdn.ac.id/24952/1/32.0848%20Dedy%20Enstein%20Lawit.pdf#:~:text=Sama%20halnya%20dengan%20Ilham%2C%20penelitian%20ini%20menemukan,peran%20vital%20dalam%20menjangkau%20keluarga%20sasaran%2C%20memberikan
  8. https://lms-elearning.bkkbn.go.id/pluginfile.php/18039/mod_resource/content/1/5.%20Buku%20Overview%20Pendampingan%20Keluarga%20%20Dalam%20Percepatan%20Penurunan%20Stunting.pdf#:~:text=untuk%20melaksanakan%20tugas%20sesuai%20dengan%20kapasitas%20dan,terhadap%20seluruh%20sasaran%20untuk%20percepatan%20penurunan%20stunting.
  9. https://setda.gunungkidulkab.go.id/2025/07/03/pelaksanaan-kegiatan-intervensi-percepatan-pencegahan-dan-penurunan-stunting-p3s-lanjutan-di-kabupaten-gunungkidul/
  10. https://peduligenting.kemendukbangga.go.id/faqlanding#:~:text=Siapa%20saja%20sasaran%20penerima%20GENTING,dan%20dilanjutkan%20ketika%20ibu%20menyusui.

Berita Terbaru

Hubungi Kami

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN

Alamat

-

Email

-

Nomor Telepon

-

Jam Pelayanan

-

Ikuti Kami

No social media available

Statistik Pengunjung Website

Hari Ini: 0Minggu Ini: 0Bulan Ini: 0Total: 0

© 2026 KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/BKKBN